Kalkulator Segitiga (SSS)
Hitung semua sudut, luas, keliling, dan tinggi segitiga dari tiga sisinya.
Masukan
Hasil
Tentang penyelesaian segitiga
Alat kalkulator segitiga menyelesaikan sisi dan sudut yang tidak diketahui dalam segitiga menggunakan Hukum Sinus dan Hukum Kosinus—metode komputasi fundamental dalam praktik survei. Surveyor profesional menggunakan alat ini selama pekerjaan traverse, survei batas, dan perhitungan reseksi ketika pengukuran lapangan menghasilkan data segitiga parsial dari total station, theodolit, atau penerima GNSS. Solusi segitiga yang akurat sangat penting untuk membangun jaringan kontrol presisi, menghitung dimensi yang hilang, dan memverifikasi penutupan dalam survei poligonal. Kalkulator ini menyederhanakan perhitungan yang sebaliknya memerlukan tabel pencarian logaritmik atau trigonometrik manual, mengurangi waktu pemrosesan lapangan ke kantor dan meminimalkan kesalahan komputasi dalam operasi survei yang kritis.
Metode solusi segitiga berasal dari praktik survei klasik tetapi menjadi menonjol dengan jaringan traverse modern dan pengembangan instrumen. Hukum Sinus (a/sin A = b/sin B = c/sin C) berlaku ketika setidaknya satu sisi dan sudut yang berlawanan diketahui. Hukum Kosinus (c² = a² + b² − 2ab cos C) menyelesaikan masalah dengan dua sisi yang diketahui dan sudut yang disertakan. Surveyor kontemporer menggabungkan prinsip-prinsip ini dengan data total station elektronik dan geometri koordinat untuk menyelesaikan konfigurasi situs yang kompleks, khususnya dalam survei perkotaan, sengketa batas, dan operasi tata letak konstruksi di mana pengukuran langsung tidak praktis atau tidak mungkin.
Penerapan Hukum Sinus dan Kosinus
Variabel mewakili sisi segitiga (a, b, c) dan sudut-sudut yang berlawanan (A, B, C). Hukum Sinus menyelesaikan segitiga dengan pasangan sisi-sudut yang diketahui; Hukum Kosinus menyelesaikan yang memiliki dua sisi dan sudut yang disertakan. Formula-formula ini mengkonversi pengukuran lapangan dari instrumen menjadi solusi geometri lengkap, memungkinkan surveyor untuk menghitung jarak dan sudut yang tidak diketahui yang diperlukan untuk batas properti, penutupan traverse, dan perhitungan koordinat dalam survei kadaster dan teknik.
Kasus Penggunaan Praktis dalam Survei
Seorang surveyor batas menghitung sisi ketiga dari segitiga sudut properti setelah mengukur dua segmen batas yang berdekatan dan sudut yang disertakan dengan total station.
Seorang operator traverse menyelesaikan sudut off-site dengan menghitung sudut dan jarak yang hilang ketika hambatan mencegah pengukuran langsung antara titik-titik kontrol yang berdekatan.
Seorang surveyor konstruksi menggunakan teknik reseksi, menyelesaikan sudut segitiga yang dibentuk oleh bidikan balik ke monument yang diketahui untuk membangun posisi instrumen di situs.
Seorang surveyor insinyur menghitung jarak melintasi fitur yang tidak dapat diakses dengan mengukur dua sisi dari segitiga pengamatan dari baseline yang diketahui di kedua tepi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan saya harus menggunakan Hukum Sinus versus Hukum Kosinus?
Gunakan Hukum Sinus ketika Anda mengetahui satu sisi dan sudut yang berlawanan ditambah setidaknya satu pengukuran lainnya. Terapkan Hukum Kosinus ketika Anda memiliki dua sisi dan sudut yang disertakan, atau ketiga-tiganya. Dalam pekerjaan traverse, pengukuran total station biasanya memberikan kondisi terakhir—dua jarak dan sudut yang diukur.
Data input apa yang disediakan total station untuk solusi segitiga?
Total station mengukur jarak horizontal (melalui EDM), sudut horizontal, dan sudut vertikal. Untuk solusi segitiga, Anda terutama menggunakan jarak horizontal dan sudut horizontal. Dua pengukuran jarak dan sudut yang disertakan memenuhi Hukum Kosinus; jarak dan sudut yang berlawanan memenuhi Hukum Sinus, memungkinkan resolusi segitiga lengkap.
Bagaimana solusi segitiga memverifikasi penutupan traverse?
Dengan menyelesaikan segitiga yang terbentuk dalam poligon traverse, Anda dapat membandingkan jarak yang dihitung terhadap nilai yang diukur atau diturunkan. Perbedaan menunjukkan kesalahan pengukuran atau kesalahan penyelarasan instrumen. Solusi segitiga sistematis di seluruh jaringan traverse mengidentifikasi pengamatan mana yang tidak dapat diandalkan dan membimbing kunjungan lapangan ulang atau prosedur penyesuaian.
Presisi apa yang tipikal untuk elemen segitiga yang dihitung?
Presisi bergantung pada akurasi pengukuran input. Total station modern mencapai akurasi jarak ±2–5 mm dan akurasi sudut ±1–3 detik busur. Perhitungan segitiga mempertahankan presisi ini; namun, pembulatan komputasi dan kalibrasi instrumen mempengaruhi hasil akhir. Surveyor harus selalu mengevaluasi toleransi penutupan dan propagasi kesalahan statistik sesuai spesifikasi proyek.
Sumber Daya Terkait
Jelajahi cakupan komprehensif SurveyingPedia tentang metode traverse, alat geometri koordinat, dan analisis jaringan kontrol. Tinjau panduan instrumen untuk total station dan theodolit untuk memahami perolehan pengukuran. Konsultasikan glosarium untuk istilah termasuk reseksi, backsight, dan penutupan untuk memperdalam pemahaman Anda tentang penerapan solusi segitiga dalam praktik survei kontemporer.
📎 Embed this tool on your site
Free to use. Paste this HTML snippet into your website, blog, or LMS to let your readers use Kalkulator Segitiga (SSS) directly.
Attribution link included. No tracking, no ads. Browse all 40+ tools →